Peringatan Hari Santri 2025 di Kecamatan Pancalang: Santri Siap Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia

 


Pancalang – Setiap tanggal 22 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Santri Nasional, sebuah momentum penting untuk mengenang peran besar santri dan pesantren dalam perjuangan kemerdekaan serta pembentukan karakter bangsa. Penetapan Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menjadi wujud penghargaan negara terhadap kontribusi kaum santri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Pada tahun 2025, Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia” sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 04 Tahun 2025 dan SE Sekjen Nomor SE.33 Tahun 2025 tentang Panduan Pelaksanaan Apel Hari Santri. Tema ini menegaskan bahwa semangat kesantrian tidak berhenti pada perjuangan masa lalu, tetapi terus menginspirasi pembangunan bangsa di era modern yang penuh tantangan.

Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2025 digelar di Lapangan Kecamatan Pancalang dan berlangsung dengan khidmat sejak pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Upacara ini dihadiri oleh Camat Pancalang Jujun Hendra, S.STP., M.Si. selaku pembina upacara, serta perwakilan dari berbagai instansi, di antaranya KUA Pancalang, staf Kecamatan Pancalang, Polsek Pancalang, para kepala desa se-Kecamatan Pancalang, Danramil, UPTD Kesehatan, UPTD Pendidikan, pendamping sosial dan TKSK Kecamatan Pancalang, serta PD dan PLD Kecamatan Pancalang. Sejumlah tokoh masyarakat dan santri juga turut hadir memberi dukungan. Tiga orang karyawan KUA Pancalang mendapat kehormatan sebagai petugas upacara, menunjukkan semangat dan dedikasi ASN Kementerian Agama dalam memperingati momentum nasional ini.

Upacara dimulai dengan penghormatan umum dan pembacaan laporan pemimpin upacara, dilanjutkan dengan pembacaan Ikrar Santri dan Resolusi Jihad. Dua naskah ini menjadi simbol komitmen santri masa kini untuk menjaga nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan sebagaimana semangat jihad kebangsaan yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.


Setelah pembacaan ikrar, acara dilanjutkan dengan pembacaan Amanat Menteri Agama Republik Indonesia untuk peringatan Hari Santri 2025. Dalam amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh santri, pesantren, dan masyarakat untuk terus menebar nilai keikhlasan, disiplin, dan cinta tanah air dalam kehidupan berbangsa. Menag juga menekankan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan global, terutama di bidang pendidikan, teknologi, dan moralitas publik. “Santri harus menjadi bagian dari solusi peradaban dunia berdiri tegak di atas nilai agama, namun terbuka terhadap perubahan zaman."

Peringatan Hari Santri di Pancalang tahun ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali jati diri santri sebagai penjaga moral bangsa. Nilai-nilai kesantrian seperti keikhlasan, tanggung jawab, disiplin, dan cinta tanah air diharapkan dapat terus dihidupkan, tidak hanya di lingkungan pesantren tetapi juga dalam aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik. KUA Kecamatan Pancalang menegaskan komitmennya untuk menjadikan semangat Hari Santri sebagai pendorong dalam membangun keluarga sakinah dan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.

Dengan semangat “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, santri diharapkan tidak hanya menjadi penjaga nilai, tetapi juga pelaku aktif dalam membangun peradaban global yang damai, inklusif, dan berkeadaban. Peringatan Hari Santri di Kecamatan Pancalang tahun ini menjadi cerminan bahwa semangat santri senantiasa hidup di setiap lapisan masyarakat, mengalir dari pesantren hingga pemerintahan, dari desa hingga kecamatan, untuk Indonesia yang lebih beradab dan bermartabat.