KUA PANCALANG GENCARKAN PROGRAM TAHSIN, PERKUAT FONDASI BACA AL-QUR'AN MASYARAKAT

 


Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancalang terus mengintensifkan pelaksanaan program unggulannya, Tahsin KUA. Program ini bertujuan menghidupkan kembali dan meningkatkan kualitas kajian Tahsin Al-Qur’an di berbagai majelis taklim dan sekolah terdekat. Para Penyuluh Agama Islam KUA Pancalang mendapat tugas khusus untuk menyukseskan ikhtiar ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas baca Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Tahsin di Majelis Taklim Al Ishlah

Pada Jumat pagi, kegiatan tahsin dilaksanakan di Masjid Baiturrahiem, Desa Tajur Buntu, bertempat di Majelis Taklim Al Ishlah mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Ibu Dede Fatihatul Makiyah, S.Ag, selaku Penyuluh Agama Islam, didapuk sebagai pemateri tetap dan menjadwalkan kajian tahsin ini berlangsung rutin setiap Jumat pekan ketiga.

Dalam penyampaian materinya, Ibu Dede menegaskan bahwa tahsin adalah fondasi yang sangat penting dalam mempelajari Al-Qur’an. Beliau menjelaskan bahwa meskipun Ilmu Tahsin Al-Qur’an sangat luas, fokus utama kajian saat itu adalah pada makhraj huruf dan ilmu tajwid. Beliau menekankan bahwa penguasaan dua hal ini krusial agar tidak terjadi kesalahan arti, apalagi sampai mengubah makna ayat-ayat suci. Ibu Dede berharap, melalui program ini, masyarakat dapat membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan menjadikannya amal untuk bekal akhirat.

Ibu Dede menambahkan bahwa memberantas buta huruf Al-Qur’an adalah bagian integral dari tugas pokok seorang penyuluh agama. Beliau menyatakan bahwa ini bukan sekadar tugas, tetapi merupakan bentuk dedikasi para penyuluh untuk umat dan KUA Pancalang, serta untuk mendukung Kementerian Agama melalui penyuluh yang benar-benar berdampak.

Antusiasme Peserta Lanjut Usia

Antusiasme masyarakat terhadap kajian ini terlihat sangat tinggi. Meskipun sebagian besar jemaah adalah warga berusia lanjut, semangat belajar mereka tidak pernah surut. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan mencatat setiap materi yang disampaikan.

Salah seorang jemaah, seorang ibu haji yang berusia hampir 60 tahun, mengungkapkan kesungguhannya dalam belajar. Beliau menyampaikan bahwa meskipun merasa kesulitan memahami istilah seperti tajwid karena faktor usia, semangatnya untuk mengaji sangat besar. Ibu tersebut juga memohon agar Ibu Dede tidak segan untuk mengoreksi jika terdapat kesalahan dalam bacaannya.

Dengan dukungan penuh dari para penyuluh dan partisipasi aktif masyarakat, KUA Pancalang sangat berharap Program Tahsin KUA dapat terus berkembang dan menjadi sarana peningkatan literasi Al-Qur’an di berbagai lapisan masyarakat.